Dari Ikan Gabus dan Lidah Buaya, Tim PKM RE Mahasiswa UAD Hadirkan Inovasi Nanogel untuk Regenerasi Kulit Penyembuh Luka Bakar
Yogyakarta – Di balik kekayaan hayati Indonesia, tersimpan beragam bahan alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi kesehatan. Ikan gabus (Channa striata) dan lidah buaya (Aloe vera) menjadi dua bahan yang menarik perhatian mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk dikembangkan sebagai bagian dari inovasi dalam mendukung proses regenerasi kulit pada kasus luka bakar.
Albumin yang terdapat pada ikan gabus dikenal memiliki peran dalam proses pembentukan dan perbaikan jaringan. Sementara itu, Aloe vera memiliki berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan serta kemampuan membantu menjaga kelembapan kulit. Potensi dari kedua bahan alam tersebut kemudian dipadukan dalam satu inovasi nanogel yang dikembangkan oleh mahasiswa UAD.
Melalui penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo,” Tim REGENOCA berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia. Kombinasi tersebut diharapkan dapat memberikan potensi sinergis dalam mendukung proses regenerasi sel dermal pada jaringan kulit yang mengalami luka bakar.
Inovasi ini dikembangkan oleh Tim PKM RE REGENOCA, yang terdiri atas Yurika Shifa Tuzzahra, Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Tekonologi Terapan, Universitas Ahmad Dahlan. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc., dosen Fakultas Sains dan Tekonologi Terapan Universitas Ahmad Dahlan, dan dilaksanakan selama Mei hingga Agustus 2026.
Lebih dari sekadar memadukan dua bahan alam, penelitian ini menjadi upaya untuk mengangkat potensi sumber daya hayati Indonesia ke dalam pengembangan sediaan farmasi berbasis teknologi modern. Integrasi albumin Channa striata dan ekstrak Aloe vera dalam bentuk inovasi nanogel diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi baru dalam mendukung proses penyembuhan dan regenerasi jaringan kulit.
Melalui kolaborasi lintas disiplin antara Fakultas Farmasi dan Fakultas Sains dan Tekonologi Terapan, Tim REGENOCA berharap inovasi nanogel ini dapat menjadi salah satu langkah menuju pemanfaatan bahan alam Indonesia yang lebih optimal di bidang kesehatan. Penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi farmasi yang tidak hanya memanfaatkan kekayaan hayati lokal, tetapi juga mengemasnya melalui pendekatan teknologi yang lebih modern.
Penulis: Yurika Shifa Tuzzahra, Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan
