Mahasiswa UAD Gunakan Minyak Atsiri Daun Nilam Sebagai Terapi Herbal Inhalasi untuk Mengatasi Kerusakan Paru Akibat Asap Rokok
Yogyakarta – Paparan asap rokok masih menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit pernapasan, termasuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Kandungan radikal bebas dan senyawa toksik dalam asap rokok memicu stres oksidatif yang berkelanjutan sehingga menyebabkan inflamasi kronis, kerusakan jaringan alveolus, serta penurunan fungsi paru-paru. Hingga saat ini, terapi yang tersedia umumnya berfokus pada pengendalian gejala dan peradangan, namun penggunaan obat sintetik dalam jangka panjang masih berpotensi menimbulkan efek samping sehingga mendorong perlunya pengembangan terapi alternatif yang lebih aman dan efektif.
Indonesia sebagai salah satu negara penghasil tanaman nilam terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam pengembangan obat berbasis bahan alam. Minyak atsiri daun nilam (Pogostemon cablin) diketahui mengandung senyawa aktif patchouli alcohol, yaitu komponen utama yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan imunomodulator. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut berpotensi membantu menekan respons peradangan akibat paparan radikal bebas serta melindungi jaringan paru dari kerusakan oksidatif. Potensi tersebut menjadikan minyak atsiri daun nilam sebagai salah satu kandidat bahan aktif yang menjanjikan untuk dikembangkan menjadi terapi penyakit pernapasan.
Melihat besarnya potensi tersebut, tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan melakukan penelitian mengenai pemanfaatan minyak atsiri daun nilam sebagai bahan aktif dalam formulasi inhalasi nanomucoadhesive untuk terapi PPOK. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 di Laboratorium Struktur Fisiologi dan Tumbuhan, Laboratorium Struktur dan Fisiologi Hewan, Laboratorium Teknologi Farmasi, Laboratorium Biologi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Tim peneliti terdiri atas M. Faiz Hasan (Program Studi Biologi), Muhammad Rifqi Rahadi (Program Studi Farmasi), Jenny Reinita (Program Studi Farmasi), Diva Iedhari Nisa (Program Studi Farmasi), dan Khayru Diaz Ravikhasyah Untoro (Program Studi Biologi) dengan dosen pendamping Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc.
Inovasi yang dikembangkan mengombinasikan minyak atsiri daun nilam dengan teknologi nanopartikel sehingga senyawa patchouli alcohol dapat dihantarkan secara langsung menuju jaringan paru-paru yang mengalami inflamasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan stabilitas minyak atsiri yang mudah menguap, memperbaiki penyerapan zat aktif pada organ target, serta meningkatkan efektivitas terapi dengan dosis yang lebih rendah. Melalui pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia yang dipadukan dengan teknologi farmasi modern, penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang lahirnya terapi inhalasi herbal yang lebih efektif, aman, dan bernilai inovatif dalam penanganan penyakit akibat paparan asap rokok.

