PROTOKOL KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN BLENDED LEARNING
FAST NEWS Rindu akan aktivitas kampus, mungkin ini hampir dirasakan oleh seluruh mahasiswa. Kemunculan virus corona membuat aktivitas proses pembelajaran dilakukan secara daring ini adalah proses yang dinamakan tatanan baru. Namun, seiring berjalannya waktu ada siklus pembaharuan sehingga Universitas Ahmad Dahlan mencoba melaksakanan sistem blended learning. Di dalam setiap aktivitas, kampus menerapkan aturan protokol kesehatan sebelum masuk ke dalam kampus dan melaksanakan aktivitas perkuliahan. Setiap mahasiswa yang ingin mengikuti perkuliahan tatap muka perlu mengisi data yang akan dikirim ke fakultas yaitu berupa: Surat persetujuaan orang tua, surat selesai melaksanakan karantina, tiket perjalanan jika diluar kota, sertifikat vaksin minimal dosis 1, dan surat tes pcr atau genose.
Setelah itu, selama perkuliahan blended berlangsung, mahasiswa harus melewati beberapa langkah protokol kesehatan. Langkah pertama adalah sebelum masuk ke dalam kampus mahasiswa harus mencuci tangan di tempat yang disediakan oleh kampus serta memakai masker. Langkah kedua mahasiswa harus dicek suhu tubuhnya oleh satpam atau melalui mesin pengecek suhu otomatis. Langkah ketiga antara mahasiswa harus saling menjaga jarak dalam kelas, dan perkulihan tatap muka terbatas dalam beberapa sesi antara prodi satu dengan yang lain untuk menghindari terjadinya kerumunan.
Adanya prokes di masing-masing kampus UAD, pola pikir kita terus tumbuh untuk paham dan sadar bahwa kesehatan itu sangat penting. Tugas kita sebagai mahasiswa adalah terus berjuang menimba ilmu apapun kondisi adaptasi yang kita rasakan. Masa kuliah adalah perjalanan penting dalam kehidupan setiap mahasiswa. Cerita selama perkuliahan akan terkenang sepanjang hayat antara kecemasan, keberanian, ketangguhan, dan kesabaran dilatih semua dibangku kuliah. Saat di wawancara mahasiswa FAST prodi Fisika menyampaikan jika mereka sangat senang dengan perkuliahan offline dibandingkan dengan perkuliahan online. “Saya senang dengan perkulihan offline ini soalnya saya bisa mempelajari materi secara langsung, bisa bertemu dengan teman-teman, bertemu dengan program studi yang lain juga, dan bertemu dosen juga. Kuliah offline lebih mudah untuk mempertanyakan suatu hal yang tidak kita ketahui dan bisa langsung berdiskusi sama teman” papar mahasiwa FAST tersebut. (RSN)










(FastNews) Satu lagi skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka, MBKM,yang diluncurkan Kemendikbud pada tahun 2021 yaitu Modul Nusantara. Melalui skema ini, mahasiswa dapat mengeskplorasi keragaman kebudayaan Indonesia untuk menumbuhkan rasa cinta mahasiswa terhadap tanah air Indonesia. Perguruan tinggi dan dosen yang lolos seleksi kemudian merancang aktivitas dan sarana perkuliahan untuk dijalankan pada semester gasal tahun ajaran 2021/2022. Sebanyak 20.000 mahasiswa lintas perguruan tinggi antar pulau saling menyapa baik secara daring maupun blended learning.
Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) UAD juga berhasil mengirimkan salah satu dosennya, yaitu Dr. Agung Budiantoro, dosen Biologi, menjadi pengajar pada kegiatan Kebhinekaan 6. Pada kelas Dr. Agung ini akan banyak mengeksplorasi Sejarah Batik Tulis dan budaya masyarakat Giriloyo, Imogiri Bantul. Empat belas mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Makassar, STMIK AMIK Riau, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Ahmad Dahlan tergabung dalam kelompok A kegiatan Kebhinekaan 6 tersebut. Pada tanggal 9 November 2021 diadakan kunjungan lapangan luring bertemu langsung dengan para pembatik dan ketua paguyuban batik Giriloyo. Perguruan tinggi nantinya wajib memberikan konversi dan pengakuan sistem kredit semester sebanyak 20 SKS bagi mahasiswa yang mengikuti program ini. (IU)