Mahasiswa FAST UAD Borong Pendanaan Nasional 2026 Melalui PKM dan PPKO
YOGYAKARTA – Kabar gembira kembali datang dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kali ini, sejumlah tim mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) menorehkan prestasi luar biasa. Mereka berhasil lolos pendanaan nasional tahun 2026 melalui dua program bergengsi. Program tersebut adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO).
Tentu saja pencapaian ini menjadi bukti nyata dari semangat inovasi mahasiswa. Selain itu, hal ini menunjukkan kualitas akademik yang tinggi di lingkungan FAST UAD. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan fakultas. Namun, seluruh civitas akademika UAD juga turut bangga.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat memantau Situs Resmi UAD. Kemudian, Anda juga bisa melihat pembaruan terkini di akun Instagram @fast.uad.
Inovasi Berkelanjutan Melalui Program PPKO
Tim PPKO dari FAST UAD menunjukkan komitmen yang kuat. Mereka berhasil menghadirkan solusi konkret untuk masalah masyarakat. Oleh karena itu, dua delegasi utama dari fakultas ini sukses mengamankan pendanaan.
-
Tim Pertama (Delegasi: Rahadian Candra Vima Yoga & Nazwa Meilany Fauziah): Mereka mengembangkan proyek inovatif berjudul “NAWASENA”. Proyek ini merupakan sistem pertanian cerdas berbasis robotika dan IoT. Selanjutnya, sistem ini digunakan untuk mengendalikan hama tikus di Kalurahan Karangtengah.
-
Tim Kedua (Delegasi: M. Anang Alief Al Ikhsan Setiawan & Muhammad Zidan Awwalu Naja): Mereka mengusung tema kesehatan dengan proyek “HAMEMAYU WARASING DESA”. Proyek tersebut fokus pada pembentukan model desa sehat berbasis kader. Dengan demikian, masyarakat bisa mengendalikan risiko penyakit degeneratif menuju Caturharjo sehat.
Pihak fakultas menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. “Sebuah kehormatan bisa membawa nama FAST UAD di kancah nasional,” tulis akun @fast.uad.
Dedikasi Tanpa Henti di Bidang Riset PKM
Selain sukses di program PPKO, para mahasiswa juga menampilkan ide brilian di ajang PKM. Oleh karena itu, ada beberapa tim hebat yang berhasil lolos pendanaan:
-
SMART CELL ENGLISH (Delegasi: Rafi Amrullah Al-Baihaqi Gunawan): Proyek ini fokus pada pengembangan platform microlearning Android. Aplikasi ini berguna untuk meningkatkan keterampilan hidup anak binaan di LPKA Yogyakarta.
-
PKM-RE Riset Paru (Delegasi: M. Faiz Hasan & Khayru Diaz Ravikhasyah Untoro): Mereka mengajukan riset mendalam tentang inovasi minyak atsiri daun nilam. Kemudian, riset ini digabungkan dengan kitosan sebagai terapi inhalasi penyakit paru kronis.
-
PKM-RE Riset Luka Bakar (Delegasi: Nanda Putri Kinasih): Tim ini mengembangkan nanogel kombinasi ekstrak lidah buaya dan ikan gabus. Formula ini terbukti mampu mempercepat regenerasi sel luka bakar secara in vivo.
-
PKM-RE Riset Bio-oil (Delegasi: Dewi Maharani): Tim ini melakukan studi perbandingan mengenai pirolisis katalitik Fe-impregnated biochar dan non-katalitik Sargassum sp. Riset ini bertujuan untuk meneliti dampaknya terhadap kualitas bio-oil sebagai Marine Fuel Oil (MFO).
Kesimpulannya, prestasi dari ajang nasional ini diharapkan menjadi motivasi. Jadi, seluruh mahasiswa UAD bisa terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan bangsa. Selamat berjuang untuk para delegasi FAST UAD di tahap selanjutnya!


Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) UAD