Akselerasi Literasi Data: FAST UAD Gelar Pembinaan Agen Statistik Tahap V Bahas Isu Strategis Ekonomi

Sinergi Sadar Data: Peserta dan narasumber Pembinaan Agen Statistik Tahap V berfoto bersama usai sesi diskusi mengenai Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Kampus 4 UAD Yogyakarta, Senin (6/4/2026).
WARTA FAST – Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi sadar data melalui agenda Pembinaan Agen Statistik Tahap V. Mengambil momentum penting pada Senin, 6 April 2026, kegiatan ini fokus membedah dua instrumen vital ekonomi nasional: Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi.
Bertempat di Ruang Sidang FAST Lantai 8, Kampus 4 UAD, acara ini dihadiri oleh mahasiswa prodi Matematika FAST UAD yang tergabung dalam program Agen Statistik. Fokus utama pembinaan kali ini adalah menjembatani teori statistik di ruang kelas dengan realitas indikator makroekonomi yang sering menjadi penentu kebijakan negara.
Dekan FAST UAD menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya sekadar menjadi “pengolah angka”, tetapi harus mampu menjadi penyambung lidah data kepada masyarakat luas.
“Kami ingin Agen Statistik FAST UAD memiliki sensitivitas tinggi terhadap data ekonomi. Memahami inflasi bukan sekadar menghitung indeks harga, tapi memahami daya beli masyarakat. Mahasiswa harus mampu menerjemahkan angka-angka rumit tersebut menjadi informasi yang edukatif bagi publik,” ujar Dekan FAST UAD, Prof. Dr. Yudi Ari Adi, S.Si., M.Si.
Senada dengan hal tersebut, kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi pilar utama dalam menjaga akurasi pemahaman para agen. Kehadiran pakar dari BPS memberikan perspektif praktis mengenai bagaimana data inflasi dikumpulkan dan bagaimana pertumbuhan ekonomi dihitung secara riil di lapangan.
“Agen Statistik adalah mitra strategis BPS dalam membumikan statistik. Di tengah tantangan ekonomi global, pemahaman yang presisi mengenai pertumbuhan ekonomi sangat krusial agar kita tidak terjebak dalam disinformasi. Saya sangat mengapresiasi FAST UAD yang konsisten melakukan pembinaan hingga tahap kelima ini,” ungkap Supriyadi, perwakilan dari BPS Bantul.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi, tetapi juga diskusi interaktif mengenai tren ekonomi digital di Indonesia. Para peserta diajak menganalisis bagaimana fluktuasi harga komoditas berdampak langsung pada angka inflasi daerah maupun nasional.
Melalui program berkelanjutan ini, FAST UAD berharap para Agen Statistik dapat menjadi motor penggerak literasi data di lingkungan kampus. Dengan kemampuan analisis yang tajam dan berbasis data autentik, mereka diharapkan siap menghadapi tantangan era digital dan berkontribusi nyata dalam pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy) di masa depan.


